Siapakah Beliau?
Tan Malaka dikenal luas sebagai seorang filsuf, pejuang kemerdekaan, pemikir revolusioner, dan Bapak Republik Indonesia, julukan yang bahkan diberikan oleh Mohammad Yamin karena jasa dan visi besar beliau bagi bangsa Indonesia.
Selain gelar-gelar di atas, Tan Malaka juga memiliki beberapa identitas dan julukan penting dalam sejarah, antara lain:
Pelopor Gagasan Republik Indonesia: Jauh sebelum proklamasi kemerdekaan dibacakan, ia sudah menulis buku Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia) pada tahun 1925. Konsep negara kesatuan yang dicetuskannya menjadi salah satu fondasi utama bentuk negara Indonesia modern.
Manusia dengan Puluhan Nama Samaran (Alias): Karena perjuangannya yang radikal menentang kolonialisme Belanda, imperialisme, fasisme Jepang, hingga dinamika politik awal kemerdekaan, ia hidup berpindah-pindah negara dan menggunakan puluhan nama samaran untuk menghindari penangkapan (seperti Ossara, Alang-Alang Djantik, Hasta, Ilyas, dll.).
Bapak Gerakan Buruh & Tokoh Kiri yang Independen: Ia sempat menjadi pemimpin penting di Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Komunis Internasional (Komintern) untuk wilayah Asia Tenggara, namun pemikirannya sering berbeda jalan dengan garis kebijakan Moskwa maupun pemerintah Republik pada masa-masa genting revolusi. Meskipun hidupnya penuh penyamaran, pergerakan bawah tanah, dan akhir hidup yang tragis (ia dieksekusi mati oleh militer Indonesia sendiri pada tahun 1949 karena salah paham situasi politik saat itu, sebelum akhirnya nama dan jasanya direhabilitasi oleh Presiden Soekarno), Tan Malaka tetap dikenang sebagai salah satu otak paling brilian dan radikal yang pernah dimiliki Indonesia.